Ferrari SF90 menjadi salah satu mobil paling penting yang pernah lahir dari pabrikan berlogo kuda jingkrak. Ketika SF90 Stradale diperkenalkan pada 2019, Ferrari tidak sekadar menghadirkan supercar baru dengan tenaga sangat besar. Mobil ini menandai penggunaan arsitektur plug in hybrid untuk pertama kalinya pada mobil produksi seri Ferrari, memadukan mesin V8 turbo dengan tiga motor listrik serta sistem penggerak empat roda.
Gabungan sistem tersebut menghasilkan tenaga maksimum 1.000 CV. Angka itu membuat SF90 Stradale berada pada tingkat performa yang sebelumnya lebih sering dikaitkan dengan Ferrari edisi sangat khusus. Ferrari mencatat akselerasi dari 0 sampai 100 km per jam hanya membutuhkan 2,5 detik, sementara 0 sampai 200 km per jam dapat diselesaikan dalam 6,7 detik. Kecepatan puncaknya mencapai 340 km per jam.
Walaupun posisinya dalam jajaran Ferrari telah digantikan oleh 849 Testarossa sejak 2025, SF90 tetap menjadi salah satu tonggak penting Maranello. Formula V8, tiga motor listrik, penggerak empat roda dan tenaga empat digit yang dibawanya kemudian menjadi dasar yang terus dikembangkan Ferrari.
Nama SF90 Berasal dari Perjalanan Panjang Scuderia
Nama SF90 bukan dipilih secara acak. Angka 90 mengacu pada peringatan 90 tahun berdirinya Scuderia Ferrari. Ferrari sendiri didirikan Enzo Ferrari sebagai tim balap pada 1929, sementara SF90 Stradale diperkenalkan tepat pada 2019 ketika perayaan tersebut berlangsung.
Kata Stradale dalam bahasa Italia merujuk pada penggunaan jalan raya. Nama tersebut sekaligus memperlihatkan hubungan erat mobil ini dengan teknologi yang dikembangkan Ferrari melalui aktivitas balap.
SF90 juga bukan nama yang hanya digunakan pada mobil jalan raya. Ferrari Formula 1 musim 2019 memakai nama SF90 untuk merayakan usia Scuderia Ferrari yang sama.
Namun SF90 Stradale tidak dibuat sebagai mobil Formula 1 yang sekadar mendapatkan plat nomor. Ferrari tetap merancangnya sebagai supercar dua tempat duduk yang dapat digunakan di jalan umum, lengkap dengan kabin modern, pilihan mode berkendara serta kemampuan bergerak hanya menggunakan tenaga listrik.
Menurut penulis, SF90 terasa istimewa karena Ferrari berani menggunakan nama yang begitu dekat dengan Scuderia pada sebuah mobil jalan raya. Pilihan itu memberi beban besar, sehingga performanya memang harus berada jauh di atas Ferrari biasa.
Mesin V8 4.0 Liter Menjadi Pusat Tenaga SF90
Di belakang kabin terdapat mesin V8 turbo berkapasitas 3.990 cc. Mesin dengan konfigurasi 90 derajat tersebut mampu menghasilkan 780 CV pada 7.500 rpm. Ketika diluncurkan, Ferrari menyebutnya sebagai mesin delapan silinder dengan tenaga tertinggi yang pernah digunakan perusahaan pada mobil produksinya.
Namun 780 CV baru berasal dari mesin pembakaran.
Ferrari kemudian menambahkan tiga motor listrik yang memberikan tambahan tenaga hingga 220 CV. Ketika keseluruhan sistem bekerja bersama, tenaga gabungannya mencapai 1.000 CV.
Dua motor listrik berada pada roda depan. Motor ketiga ditempatkan di bagian belakang antara mesin dan transmisi. Susunan tersebut berbeda dari Ferrari bermesin tengah generasi sebelumnya yang mengandalkan roda belakang sebagai penggerak.
Penggunaan motor listrik di depan memungkinkan SF90 memberikan tenaga pada keempat roda ketika dibutuhkan.
Hasilnya bukan hanya akselerasi sangat cepat. Sistem elektronik dapat menentukan besarnya tenaga yang dikirim menuju masing masing roda depan sehingga mobil memperoleh traksi lebih besar ketika keluar dari tikungan.
Tiga Motor Listrik Bukan Sekadar Tambahan Tenaga
Teknologi hybrid pada SF90 tidak dibuat hanya agar angka tenaga melewati 1.000 CV. Ferrari menggunakan motor listrik sebagai bagian dari sistem pengendalian kendaraan.
Dua motor pada gandar depan membentuk sistem yang Ferrari sebut RAC e. Sistem tersebut dapat mengatur distribusi torsi pada masing masing roda depan. Motor listrik ketiga di belakang mengambil inspirasi dari teknologi MGU K yang digunakan dalam Formula 1.
Ketika pengemudi memasuki tikungan, komputer dapat mengatur tenaga pada roda untuk membantu mobil mempertahankan jalur.
Sistem itu bekerja bersama berbagai perangkat elektronik Ferrari, termasuk kontrol traksi, torque vectoring dan Side Slip Control.
Perpaduan mesin konvensional dengan motor listrik membuat SF90 mempunyai karakter yang cukup berbeda dibanding Ferrari V8 sebelumnya. Respons tenaga dapat diberikan sangat cepat karena motor listrik tidak perlu menunggu turbo membangun tekanan terlebih dahulu.
Ketika mesin V8 dan motor listrik memberikan tenaga secara bersamaan, akselerasinya menjadi salah satu bagian paling menonjol dari mobil ini.
Akselerasi 2,5 Detik Membawa SF90 ke Wilayah Hypercar
Catatan akselerasi resmi Ferrari menunjukkan kemampuan SF90 Stradale yang sangat tinggi.
Kecepatan 100 km per jam dapat dicapai dalam 2,5 detik. Untuk mencapai 200 km per jam, mobil membutuhkan sekitar 6,7 detik. Kecepatan maksimalnya berada pada 340 km per jam.
Performa seperti itu membuat batas antara supercar dan hypercar semakin tipis.
Menariknya, SF90 bukan bagian dari seri khusus terbatas seperti LaFerrari. Mobil tersebut merupakan bagian dari jajaran produksi Ferrari saat diperkenalkan.
Keputusan tersebut membuat teknologi berkekuatan empat digit tidak lagi hanya tersedia melalui model Ferrari yang diproduksi dalam jumlah sangat terbatas.
Performa tinggi tersebut juga dibantu sistem penggerak empat roda. Ketika melakukan akselerasi dari posisi diam, motor depan membantu menjaga traksi sehingga tenaga dapat disalurkan lebih efektif ke permukaan jalan.
Ferrari bahkan menyebut SF90 mampu menghasilkan rasio berat terhadap tenaga sekitar 1,57 kilogram per CV.
SF90 Bisa Bergerak Menggunakan Listrik Saja
Walaupun tenaga menjadi perhatian utama, SF90 mempunyai sisi yang sangat berbeda ketika mode eDrive digunakan.
Baterai lithium ion berkapasitas sekitar 7,9 kWh memungkinkan mobil bergerak tanpa menyalakan mesin V8. Jarak penggunaan tenaga listrik berada di kisaran 25 kilometer menurut data Ferrari.
Ketika menggunakan eDrive, roda depan menjadi penggerak utama karena mesin pembakaran dan motor belakang tidak bekerja seperti dalam mode performa.
Situasi tersebut menghasilkan pengalaman yang sangat tidak biasa bagi Ferrari bermesin V8.
Pengemudi dapat meninggalkan rumah atau bergerak pada kecepatan rendah tanpa suara mesin delapan silinder yang biasanya menjadi salah satu identitas mobil Ferrari.
SF90 menyediakan beberapa pengaturan sistem tenaga melalui eManettino. Pengemudi dapat memilih eDrive, Hybrid, Performance dan Qualify. Masing masing mengatur hubungan antara baterai, motor listrik dan mesin V8 dengan pendekatan berbeda.
Dalam Qualify, prioritas diberikan kepada performa maksimum. Performance mempertahankan mesin tetap aktif agar kemampuan mobil konsisten, sedangkan Hybrid mengelola penggunaan mesin dan listrik secara otomatis.
Transmisi Delapan Percepatan Dibuat Khusus untuk Performa Tinggi
Tenaga SF90 diteruskan melalui transmisi dual clutch delapan percepatan. Gearbox tersebut pertama kali digunakan dalam keluarga Ferrari melalui SF90 sebelum kemudian diterapkan pada model lain seperti Ferrari Roma.
Penggunaan delapan percepatan membantu Ferrari mendapatkan rasio yang lebih rapat ketika berakselerasi sekaligus menjaga efisiensi ketika kendaraan bergerak pada kecepatan tinggi.
Menariknya, sistem transmisi tersebut tidak menggunakan gigi mundur konvensional seperti kebanyakan mobil.
Ketika SF90 bergerak mundur, tugas tersebut dapat dilakukan menggunakan motor listrik di bagian depan. Solusi ini membantu mengurangi beberapa komponen mekanis pada gearbox.
Perpindahan giginya dirancang sangat cepat sehingga hubungan antara tenaga mesin dan motor listrik tetap terasa berkesinambungan.
Ketika pedal gas diinjak dalam, pengemudi mendapatkan dorongan mesin turbo sekaligus motor listrik tanpa jeda panjang.
Aerodinamika Aktif Membantu Menjaga Mobil Tetap Menempel
Tenaga 1.000 CV membutuhkan aerodinamika yang mampu menjaga kestabilan pada kecepatan tinggi.
Ferrari mengembangkan sistem bagian belakang yang dapat berubah sesuai kebutuhan. Salah satu teknologi pentingnya adalah shut off Gurney. Komponen aerodinamika belakang dapat mengatur aliran udara untuk mengurangi hambatan atau menghasilkan tekanan ke bawah lebih besar ketika diperlukan.
Ferrari menyebut SF90 mampu menghasilkan hingga 390 kilogram tekanan ke bawah pada 250 km per jam.
Tekanan tersebut membantu ban mempertahankan kontak dengan aspal saat mobil bergerak sangat cepat.
Bagian bawah kendaraan juga mendapat perhatian besar. Berbagai vortex generator digunakan untuk mengarahkan udara sehingga menghasilkan tekanan tanpa membutuhkan sayap berukuran sangat besar pada SF90 Stradale biasa.
Desain aerodinamika inilah yang memungkinkan bentuk mobil tetap terlihat relatif bersih sambil menghasilkan gaya tekan yang dibutuhkan.
Assetto Fiorano Dibuat untuk Pemilik yang Lebih Sering Mengejar Catatan Waktu
Ferrari juga menawarkan paket Assetto Fiorano untuk SF90 Stradale. Pilihan ini ditujukan bagi pemilik yang ingin membawa kemampuan mobil semakin dekat ke lintasan.
Assetto Fiorano menggunakan sejumlah komponen ringan serta pengaturan suspensi khusus. Ferrari menggunakan bahan seperti serat karbon dan titanium untuk mengurangi bobot pada beberapa bagian. Paket tersebut juga menghadirkan peredam kejut Multimatic yang berasal dari pengalaman balap GT.
Ban dengan karakter lebih agresif dapat dipilih untuk memberikan grip lebih tinggi.
Paket tersebut bukan sekadar perubahan tampilan. Penurunan berat serta pengaturan suspensi mempunyai tujuan untuk meningkatkan respons kendaraan ketika digunakan dengan kecepatan tinggi.
Nama Fiorano sendiri berasal dari lintasan pengujian Ferrari yang berada dekat fasilitas Maranello.
Pilihan ini memperlihatkan bahwa SF90 sejak awal dikembangkan tidak hanya untuk memberikan angka tenaga besar, tetapi juga harus mampu mengendalikan tenaga tersebut ketika dipacu serius.
Kabin SF90 Membawa Masuk ke Era Digital
Perubahan besar tidak hanya terlihat pada mesin.
SF90 Stradale menggunakan panel instrumen digital melengkung berukuran 16 inci. Ferrari menjadikannya sebagai pusat informasi pengemudi, mulai dari kecepatan, putaran mesin, sistem hybrid hingga navigasi.
Ferrari mengembangkan interior berdasarkan prinsip bahwa mata pengemudi sebaiknya tetap mengarah ke jalan dan tangan tetap berada pada kemudi.
Berbagai fungsi dipindahkan menuju kemudi sehingga pengemudi tidak perlu terlalu sering mengalihkan perhatian menuju konsol tengah.
Desain tersebut juga menjadi salah satu perubahan besar dibanding Ferrari generasi sebelumnya yang masih mempunyai instrumen analog lebih dominan.
Area transmisi menggunakan desain yang menyerupai pola gated shifter Ferrari klasik, tetapi kontrolnya sudah sepenuhnya elektronik.
Perpaduan tersebut membuat interior SF90 mencoba mempertahankan beberapa elemen visual Ferrari lama sekaligus membawa sistem pengendalian ke bentuk digital.
Desain Eksterior Meninggalkan Beberapa Ciri Ferrari Lama
Ferrari Styling Centre di bawah arahan Flavio Manzoni membuat SF90 terlihat berbeda dari berlinetta Ferrari generasi sebelumnya.
Lampu depan meninggalkan bentuk L yang sempat menjadi ciri beberapa model Ferrari. SF90 menggunakan lampu ramping dengan bentuk lebih horizontal. Lampu belakang juga tidak lagi berupa empat lingkaran penuh yang selama bertahun tahun sangat identik dengan Ferrari.
Bentuk kabinnya didorong ke arah depan sehingga proporsi mobil terlihat semakin menyerupai kendaraan bermesin tengah yang dibuat untuk performa ekstrem.
Saluran udara besar pada sisi bodi mengarahkan udara menuju kebutuhan pendinginan mesin dan sistem hybrid.
Bagian belakang memperlihatkan mesin melalui kaca, sementara posisi knalpot dibuat cukup tinggi.
Pilihan desain tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Ferrari tidak mencoba membuat SF90 sebagai penerus visual langsung dari 488 GTB atau F8 Tributo.
Menurut penulis, SF90 adalah salah satu Ferrari yang lebih menarik dilihat dari sudut teknologi dibanding sekadar nostalgia desain. Bentuknya memperlihatkan bahwa setiap garis memiliki pekerjaan, terutama untuk pendinginan dan pengaturan udara.
SF90 Spider Membawa Tenaga 1.000 CV dengan Atap Terbuka
Setelah Stradale, Ferrari memperkenalkan SF90 Spider pada November 2020.
Model ini mempertahankan sistem V8 hybrid dengan tenaga maksimum 1.000 CV, tetapi menggunakan retractable hard top yang memungkinkan pengemudi menikmati mobil dalam keadaan terbuka.
Atap tersebut membutuhkan sekitar 14 detik untuk membuka atau menutup dan dapat dioperasikan ketika mobil bergerak pada kecepatan tertentu.
Performa Spider tetap sangat dekat dengan Stradale.
Ferrari mencatat akselerasi 0 sampai 100 km per jam tetap berada pada 2,5 detik, sementara 0 sampai 200 km per jam membutuhkan sekitar tujuh detik.
Hal tersebut cukup mengesankan mengingat struktur mobil terbuka biasanya membawa tambahan berat serta kebutuhan penguatan sasis.
Ferrari juga harus mengatur aliran udara di sekitar kabin agar stabilitas aerodinamika tetap terjaga ketika atap dibuka.
SF90 XX Membawa Konsepnya ke Tingkat yang Lebih Ekstrem
Pada 2023, keluarga SF90 berkembang melalui SF90 XX Stradale dan SF90 XX Spider.
Model tersebut menjadi istimewa karena Ferrari untuk pertama kalinya membawa konsep program XX ke mobil yang tetap dapat digunakan secara legal di jalan raya. Sebelumnya program XX identik dengan mobil khusus sirkuit yang digunakan oleh kelompok klien tertentu.
SF90 XX Stradale meningkatkan tenaga total menjadi 1.030 CV.
Mesin V8 menghasilkan 797 CV, sementara tiga motor listrik mampu memberikan hingga 233 CV. Ferrari juga menambahkan sistem extra boost yang dapat memberikan dorongan tambahan dalam kondisi tertentu.
Akselerasi 0 sampai 100 km per jam turun menjadi 2,3 detik, sementara 200 km per jam dapat dicapai dalam 6,5 detik.
Aerodinamika juga dibuat jauh lebih agresif.
SF90 XX menghasilkan sekitar 530 kilogram tekanan ke bawah pada kecepatan 250 km per jam. Sebuah sayap belakang tetap digunakan, pertama kalinya Ferrari memasang konfigurasi seperti itu pada mobil jalan raya sejak F50.
SF90 Juga Hadir di Indonesia
SF90 bukan hanya menjadi mobil yang dapat dilihat melalui pameran internasional. Model tersebut juga dipasarkan melalui jaringan resmi Ferrari di Indonesia.
Dealer resmi Ferrari Jakarta mencantumkan SF90 Stradale serta SF90 Spider sebagai bagian dari model yang pernah ditawarkan kepada konsumen Indonesia. SF90 Spider diperkenalkan di Indonesia pada 2021 setelah Stradale lebih dahulu hadir.
Karena konfigurasi kendaraan dapat sangat berbeda antara satu unit dan lainnya, harga Ferrari seperti SF90 tidak hanya dipengaruhi harga dasar.
Pilihan warna khusus, material serat karbon, interior, velg, paket Assetto Fiorano serta program personalisasi dapat mengubah nilai kendaraan secara besar.
Di pasar mobil bekas resmi Ferrari Indonesia, SF90 Stradale masih dapat ditemukan. Salah satu daftar kendaraan Ferrari Approved di Jakarta yang terindeks pada 2026 memperlihatkan unit SF90 Stradale 2023 ditawarkan pada kisaran Rp15,8 miliar. Harga mobil bekas tentu dapat berubah mengikuti kondisi kendaraan, kilometer, spesifikasi dan kolektibilitas.
SF90 Kini Digantikan 849 Testarossa
Perjalanan SF90 sebagai model tertinggi Ferrari akhirnya memasuki fase baru ketika 849 Testarossa diperkenalkan pada September 2025.
Ferrari secara resmi menyatakan 849 Testarossa menggantikan SF90 Stradale dalam jajaran produknya. Mobil tersebut mempertahankan formula dasar berupa mesin V8 twin turbo dengan tiga motor listrik, tetapi tenaga gabungannya meningkat menjadi 1.050 CV.
Mesin V8 pada 849 Testarossa sendiri menghasilkan 830 CV, naik 50 CV dibanding mesin pembakaran pada SF90 Stradale. Dua motor tetap berada di gandar depan dan satu motor listrik ditempatkan di belakang. Ferrari juga mempertahankan kemampuan penggerak empat roda serta torque vectoring yang sebelumnya menjadi bagian penting SF90.
Versi Spider ikut menggantikan SF90 Spider. Ferrari menyebut 849 Testarossa Spider memiliki tenaga yang sama, 1.050 CV, serta atap keras yang dapat dibuka dalam 14 detik.
Pergantian tersebut justru memperlihatkan besarnya peranan SF90 dalam perkembangan mobil Ferrari. Arsitektur plug in hybrid yang pada 2019 terlihat sangat baru kemudian dipertahankan dan disempurnakan pada penerusnya.
SF90 Stradale meninggalkan standar yang cukup tinggi untuk sebuah Ferrari produksi seri. Mesin 4.0 liter V8, tiga motor listrik, 1.000 CV, akselerasi 2,5 detik, penggerak empat roda, kemampuan listrik sekitar 25 kilometer dan aerodinamika aktif menjadikannya salah satu mobil Maranello yang paling kompleks pada eranya. Formula tersebut kini berlanjut melalui 849 Testarossa dengan tenaga lebih besar dan teknologi elektronik yang semakin berkembang.
